Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Desember 2012

cara menabung yang baik dan pintar ala orang jepang

Jepang, dikenal sebagai bangsa yang suka menabung. Saat ini, ada berbagai macam kerajinan celengan di Jepang. Tidak heran kalau tabungan orang Jepang adalah tabungan dengan nilai tertinggi kedua di dunia setelah bangsa Italia dan saat krisis finansial global. Jepang sama sekali tidak terpengaruh. Itu karena cadangan uang negara tersebut sangat besar. Lantas, bagaimana cara menabung dan mengelola uang ala orang Jepang? Langsung saja kita simak selengkapnya…..


Orang Jepang suka berhemat. Mereka berhemat tidak hanya hemat uang saja, tetapi juga hemat waktu dan tenaga. Bangsa Jepang percaya pemborosan dan penyia-nyiaan waktu, tenaga, dan uang perlu dihindari untuk meningkatkan daya pengeluaran pada tahap optimal dan memastikan setiap pekerjaan dilakukan sebaik-baiknya. Karena itu, bangs Jepang sangat menghargai waktu dan jarang mengobrol ketika bekerja. Mereka menggunakan waktu seefisien mungkin seperti saat mereka sedang dalam perjalanan(tentunya tidak ketika sedang mengemudi), mereka gunakan waktu luang yang sedikit itu untuk membaca. Maka, Jepang juga dikenal sebagai bangsa yang gemar membaca. Dengan penggunaan waktu yang efisien, mereka bisa menghasilkan sesuatu lebih banyak, lebih berkualitas, dan tentu saja lebih cepat. Dengan begitu, keuntungan yang didapat dari hasil produksi akan meningkat. Itulah yang dapat mensejahterakan mereka. Lantas, apa mereka membelanjakan semua pendapatannya? Tentu saja tidak. Walaupun pendapatan mereka sangat besar. Pengeluaran disana juga sangat besar. Bayangkan, harga secangkir kopi saja bisa senilai US$20. Tetapi, mereka masih bisa menabung.
Jika pendapatan mereka besar, mereka selalu mengutamakan uangnya untuk ditabung dan membeli kebutuhan yang benar-benar pokok. Menyimpan uang sudah menjadi tradisi bangsa Jepang secara turun-temurun. Keadaan geografis negara mereka yang bergunung-gunung dan sering dilanda gempa bumi mengajarkan mereka untuk selalu siap sedia menghadapi segala kemungkinan. Menyimpan uang adalah suatu sifat yang baik dan menjadi salah satu formula penting keberhasilan bangsa yang maju di dunia ini. Kemahitan dan sikap hemat dalam mengurus uang adalah jaminan utama sukses keuangan sebuah bangsa di mana saja.
Bangsa Jepang tidak suka hidup berlebihan atau dengan sangat mewah, meski mereka sangat mampu melakukannya. Namun, sikap ini semakin terkikis di kalangan generasi baru. Mereka sering menghabiskan waktu dan uang mereka dengan mencari hiburan dan melancong ke luar negeri. Situasi ini berbeda dengan generasi lama yang hidup dalam kesusahan dan penderitaan, khususnya setelah Perang Dunia 2. Golongan ini memasukkan setiap pendapatan mereka ke dalam tabungan. Hal ini jarang dilakukan bangsa lain.
Saya tidak bermaksud melebih-lebihkan bangsa Jepang. Saya hanya ingin memberikan contoh kepada anda bagaimana cara menabung yang baik dan benar itu.
Sejak sepuluh tahun lalu, jumlah tabungan keluarga di Jepang menunjukan peningkatan berkelanjutan, sehingga mereka mampu membayar hutang dalam waktu singkat. Pengelolaan sumber keuangan yang pintar adalah faktor lain yang mendorong kesuksesan ekonomi Jepang. Tabungan yang dibuat di setiap rumah memungkinkan mereka menikmati taraf hidup yang tinggi dibandingkan peningkatan biaya setiap tahun.
Berbeda dengan masyarakat barat yang suka hidup berlebihan dan tidak peduli terhadap kualitas tugas dan barang yang dihasilkan. Orang barat suka membeli dan berbelanja barang yang tidak mereka perlukan. Itu tidak patut kita contoh. Contohlah bangsa Jepang yang hanya membeli barang yang mereka perlukan dan menjalani kehidupan yang sederhana.
Bangsa Jepang tidak suka berhutang karena melibatkan harga diri. Kaum barat menjalankan gaya hidup berhutang dan menyebabkan timbulnya berbagai masalah sosial dan ekonomi yang serius di negerinya.
Nah, bagaimana dengan kita? Ayo, menabunglah mulai sekarang! Siapa yang tidak ingin masa remajanya memiliki modal besar untuk membuka usaha atau kuliah tanpa berhutang atau siapa yang tidak ingin masa tuanya memiliki simpanan uang yang besar sehingga tenang menjalani hari tuanya tanpa ada beban masalah keuangan? Ayo bagi yang ingin, menabunglah dari sekarang! Rajin menabung, tidak boros, pintar mengelola sumber pendapatan, tidak suka berutang, suka gaya hidup sederhana tapi berkecukupan, dan tidak menyia-nyiakan waktu. Itu saja yang kita butuhkan untuk mencapai kebebasan finansial.

Senin, 26 November 2012

tidak ada yg tidak mungkin



Istilah "Tak Ada Yang Tak Mungkin (Nothing Impossible)" sama halnya dengan istilah "jika orang lain bisa kenapa kita tidak" ,yang mana jika tak dipahami maknanya secara arif dan bijak maka istilah2 kata mutiara itu hanya akan merupakan sebuah kata puisi penghibur diri yang menyedihkan.
Secara rasional, makna "Nothing Impossible" adalah sebuah refleksi balik dari kesadaran manusia akan keterbatasan dirinya sebagai seorang manusia yang memang penuh keterbatasan dalam segala hal, dan karena manusia tak bisa mengukur keterbatasan itu sendiri, karena faktor ketetapan dari hukum alam yang diluar kuasa seorang manusia. dan untuk memahami serta membicarakan eksistensi-eksistensi dasar seperti ini tidak cukup dengan wadah rasio ,melainkan juga perlu penyatuan seluruh lapisan diri manusia dari alam bawah sadarnya karena kebenaran tentang alam bukan berdiri di atas rasio atau diatas apapun yang nampa koleh mata manusia.

Kalimat "Tak Ada Yang Tak Mungkin / Nothing Impossible" akan lebih harmonis dan bijak jika di lengkapi menjadi "tak ada yang tak mungkin sebelum dicoba".

Apakah anda mungkin bisa bisa menjadi sekuat superman yang bisa menghancurkan gunung dengan sebuah pukulan tangan...? mungkin saja, karena sampai saat ini memang belum di temukan kepastian mutlak tentang potensi diri manusia...jadi silahkan saja dicoba jika ingin menjadi seperman yang bisa terbang itu...hehe.

"Tak ada yang tak mungkin bisa terjadi di dunia ini.., tapi juga tak ada sesuatu yang pasti mungkin (bisa diraih manusia)". So..bangun dan gunakan rasa,hati-nurani, dan insting sejati diri anda sebagai seorang manusia untuk bisa memiliki kehidupan anda seutuhnya....jangan menjadi keblinger di perbudak logika...rasio dan logika hanyalah sebuah alat penghubung (terminal) yang berguna untuk memudahkan interaksi jati diri kita kepada dunia fisik.

Semuanya bisa jadi mungkin terjadi, maka cobalah untuk meraih sesuatu sesulit apapun , tapi sebelumnya perlu di ingat bahwa mensyukuri semuah rahmat Tuhan yang telah kita terima selama hidup ini adalah lebih penting di banding mengembangkan ambisi keduniaan, karena fokus pada sebuah ambisi dengan mengabaikan faktor2 nurani dan ketuhanan hanya akan membawa kesesatan dan kehancuran. bukanya ambisi keduniaan itu salah atau tak penting sama sekali tapi harus diatur menejemen nya dalam diri kita.dan mungkin konsep "
Berdoalah dan bekerja (Ora et labora)" adalah sulusi untuk menjaga stabilitas dan power kita dalam setiap aktivitas kehidupan.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More